(Puisi Lama Da Riaz)

Riakan nil bersenandung desauan sahara.
Menjemput biru lembut langit kinanah,
Memboncengi angin.

Menghela setengah diam,

Dalam tanjak terbang,
Menuju awang-awang mimpi insan ini.

Ragam asa dihimbau kembali,
Menyawai panas agar menjadi uap,
Untuk kitari lekuk dada.

Tidak kepala tapi kalbu,
Bersorak senyaring genta benteng qibtiyah,
Menjalari segenap jiwa, mendebarkan.

Mendongakkan nafas,
Membisiki lembut kisi hati,
Seraya jantung menggumami kejernihan cahaya “mu”.

“Terang…Terang…”

Menjampi waktu dengan kata-kata.
Berolok dengan ke EsaanNya.

Karena sungguh harap ku pada”mu”.
Tak sebesar kuasa Nya padaku.

2008 – Cairo

About the author

dariaz Da Riaz: Web Bloger | Writer | Learner | A Self-Traveler | from Batusangkar, Indonesia. He started to build Angkasa Hati (Sky Heart) in 2007 for the first time. After two year vacuum Da Riaz rebuild this web blog and use the same name. The main idea of this web blog is his journey story include his literary works and philosophy.

You might also like these post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>