“Dek, kalau sudah datang waktunya nanti ketika engkau mesti memilih seorang laki-laki sebagai teman hidupmu. Pilihlah seseorang yang setidaknya seperti aku jika engkau tak bisa menemukan yang lebih baik.

 

Aku hanya tak ingin hidupmu susah karena pilihan yang salah. Bertemu yang serupa denganku saja, sudah terbayang betapa beratnya. Apalah lagi kalau bertemu yang lebih buruk.

 

Jika inipun tidak bisa kau penuhi, aku berpesan: Laki-laki kadang tidak terlalu pintar untuk menyimpulkan apa yang engkau mau dengan cepat.

 

Jadi belajarlah cerdas semenjak hari ini, belajar untuk mandiri dalam perasaan. Jangan sampai berakhir menyerah pada kekalutan. Karena engkau adalah aliran yang sama denganku.

 

Karena kita telah berbagi tanggungjawab semenjak dahulu. Maka dengarkanlah aku! Untuk dirimu.

 

Kairo – 7 Juni 2012

About the author

dariaz Da Riaz: Web Bloger | Writer | Learner | A Self-Traveler | from Batusangkar, Indonesia. He started to build Angkasa Hati (Sky Heart) in 2007 for the first time. After two year vacuum Da Riaz rebuild this web blog and use the same name. The main idea of this web blog is his journey story include his literary works and philosophy.

You might also like these post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>